Sejarah pancasila

 





Sejarah lahirnya Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada Perang Pasifik, tahun 1945. Menyadari kekalahan sudah di depan mata, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan dan membentuk sebuah lembaga guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.


Sejarah hari lahir Pancasila, digagas dan dirumuskan pada Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI I ). Ada tiga tokoh sentral dalam Sidang BPUPKI I. Ketiga orang tersebut sebagai penggagas dalam penyusun Dasar Negara itu adalah Mr. Moh. Yamin, Dr. Soepomo dan Ir. Soekarno.



tanggal 1 Juni diperingati sebagai "Hari Lahirnya Pancasila". Menariknya, lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dari Kota Ende. Bahkan, saking melekatnya dengan Pancasila, Ende dijuluki sebagai “Kota Pancasila”.

Pancasila berasal dari dua kata Bahasa Sanskerta “panca” berarti lima dan “sila” berarti prinsip atau asas. Apabila diulik secara bahasa, Pancasila menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.






  Arti 5 Sila Pancasila

Sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa (simbol bintang) ...

Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (simbol rantai) ...

Sila ketiga: Persatuan Indonesia (Simbol pohon beringin) ...

Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan (Simbol kepala banteng)

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Simbol padi dan kapas.


Secara harfiah, “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata “panca” yang berarti lima, dan “sila” yang berarti prinsip atau dasar.



1. Arti Lambang Sila Pertama

Bunyi sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa.Bintang menjadi simbol sila pertama yang menggambarkan sebuah cahaya. Cahaya artinya kerohanian yang berasal dari Tuhan kepada setiap manusia.

2. Arti Lambang Sila Kedua

Bunyi sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.antai pada simbol sila kedua terdiri atas mata rantai yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan membentuk lingkaran. Keterkaitan itu bermakna bahwa bangsa Indonesia saling terkait erat, saling bahu-membahu, dan saling membutuhkan.

3. Arti Lambang Sila Ketiga

Bunyi sila ketiga: Persatuan Indonesia.


Pohon Beringin merupakan pohon besar yang bisa digunakan oleh banyak orang sebagai tempat berteduh di bawahnya. Hal tersebut diartikan sebagai Negara Indonesia.negara Indonesia menjadi tempat di mana semua rakyat Indonesia dapat 'berteduh' di bawah naungan Negara Indonesia. Tak hanya itu saja, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke segala arah. Artinya, keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

4. Arti Lambang Sila Keempat

Bunyi sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Kepala Banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.

5. Arti Lambang Sila Kelima

Bunyi sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Lambang padi dan kapas merupakan simbol pangan dan sandang. Artinya, syarat utama negara yang adil ialah yang bisa mencapai kemakmuran untuk rakyatnya secara merata.

Dalam pidatonya, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”.


Komentar